Petikhasil.id, PACITAN — Tebing-tebing terjal di sepanjang jalan perbukitan kawasan Nawangan, Kabupaten Pacitan, tampak koyak memperlihatkan bekas longsoran tanah liat merah sehabis diguyur hujan deras semalam suntuk. Di lereng-lereng kebun cengkih dan kopi, para petani sering kali menyaksikan tanah kebun mereka melorot ke dasar jurang, menyapu pohon-pohon produktif yang dirawat bertahun-tahun. Membangun dinding penahan tebing dari pasangan batu kali dan semen beton menuntut biaya puluhan juta rupiah yang mustahil dijangkau oleh kantong petani pedesaan.
Kerapuhan lereng terjal ini telah lama dipecahkan di lebih dari seratus negara tropis melalui Sistem Rumput Vetiver (The Vetiver System) yang distandarkan oleh para pakar agronomi Bank Dunia di India dan Kepulauan Karibia.
Para pekebun lereng bukit menolak beton dan memilih menanam rumput akar wangi (Chrysopogon zizanioides atau Vetiveria zizanioides) dalam barisan rapat mengikuti kontur tebing. Rumput berdaun kaku mirip serai ini sering kali diremehkan, padahal di bawah tanah, rumput ini membentuk anyaman tiang pancang biologis yang kekuatannya menandingi kawat jaring baja.
Akar masif yang menembus kedalaman tiga hingga empat meter
Kekuatan utama rumput vetiver terletak pada arsitektur perakarannya yang sangat unik di dunia botani monokotil. Rumput pada umumnya memiliki sistem perakaran serabut yang menyebar dangkal di lapisan atas tanah sedalam sepuluh hingga tiga puluh sentimeter.
Sebaliknya, akar rumput vetiver tidak pernah menyebar mendatar ke samping. Rambut dan serabut akar vetiver tumbuh masif menghunjam lurus ke bawah (vertikal) menembus lapisan tanah keras hingga kedalaman tiga bahkan empat meter hanya dalam waktu satu tahun pertumbuhan.
Akar-akar vetiver membentuk jalinan ribuan kawat serat yang sangat padat dan lentur. Berdasarkan uji tarik mekanika material, serabut akar vetiver memiliki kekuatan tarik rata-rata mencapai tujuh puluh lima megapascal (MPa).
Kekuatan tarik ini setara dengan seperenam kekuatan baja lunak (mild steel). Ratusan helai akar vetiver yang menghunjam ke bawah bertindak layaknya paku tanah biologis (living soil nails) yang menjahit lapisan tanah lunak atas dengan lapisan batuan induk yang kokoh di kedalaman tebing.
Tirai pagar hidup penahan endapan lumpur
Di atas permukaan tanah, rumpun vetiver tumbuh tegak dan sangat rapat satu sama lain. Batang bawahnya keras berkayu dan tahan terhadap terjangan air deras, lumpur hanyut, bahkan api kebakaran semak.
Ketika petani menanam anakan vetiver dengan jarak sangat rapat (sepuluh hingga lima belas sentimeter antartanaman) mengikuti garis kontur bukit, dalam kurun waktu enam bulan rumpun-rumpun tersebut akan menyatu membentuk pagar hidup yang kedap (dense vegetative hedge).
Saat hujan badai mengguyur lereng curam, pagar vetiver bertindak sebagai saringan penahan air dan lumpur (sediment trap). Air limpasan yang mengalir deras tertahan dan dipaksa mengalir pelan menembus sela-sela batang vetiver.
Partikel lumpur humus yang terbawa air terendapkan di sisi atas pagar rumput. Lambat laun, endapan lumpur yang tertahan ini membentuk teras-teras tanah alami yang subur di lereng bukit tanpa perlu dicangkul manual.
Kebal dari hama dan tidak menjajah lahan perkebunan
Banyak petani kerap khawatir rumput liar yang ditanam di kebun akan menjadi gulma pengganggu yang menyedot hara tanaman pokok atau menyebar liar tak terkendali. Kekhawatiran ini tidak berlaku bagi kultivar vetiver steril.
Kultivar vetiver budidaya di dunia tidak menghasilkan biji fertil yang dapat diterbangkan angin. Rumput ini juga tidak memiliki rimpang menjalar liar (stolon) yang menyerobot lahan bedengan di sekitarnya. Vetiver hanya tumbuh membesar di tempat ia ditanam pertama kali.
Akar vetiver memproduksi minyak atsiri yang mengandung senyawa kompleks seskuiterpen seperti vetiverol dan vetivon. Aroma khas akar wangi ini bertindak sebagai penolak alami bagi hama rayap tanah, tikus, dan nematoda perusak akar.
Di berbagai sentra perkebunan terjal di Indonesia, seperti lereng kopi Temanggung, perkebunan teh Ciwidey, hingga kebun buah Pacitan, vetiver membuktikan keunggulannya yang tak tertandingi.
Baca Juga: Kenapa Mengubur Kayu Lapuk di Bawah Bedengan Menahan Air Berbulan-bulan?
Menjaga lereng dari ancaman longsor tidak selalu harus mengandalkan adukan semen yang mahal dan merusak pemandangan alam. Rumpun rumput hijau yang sederhana sanggup mencengkeram bumi lebih erat, menjaga keselamatan kebun dan kehidupan manusia yang bergantung padanya. (AK)








2 komentar