Petikhasil.id, SUBANG — Harga alat destilasi pabrikan membuat petani kecil ciut. Asep mengaku sempat “patah hati” ketika bahan baku dinilai jelek dan ditolak penyulingan lain. “Sedih, tapi di situ saya terpicu: harus bisa bikin alat sendiri,” katanya. Mereka menggelar pelatihan budidaya, mengumpulkan honor, lalu merancang unit destilasi: gulung plat, las, rakit pipa dan kondensor semua mandiri.
Berita Lainya: Sacha Inchi & Kenari: Minyak Nabati Tinggi Omega-3 dari Nusantara | Modal Nol, Alat Suling Rakitan: Inovasi dari Kandang Belakang
Teknologi Murah, Mutu Tetap Dijaga
Unit rakitan bukan alasan untuk menurunkan standar. Kunci ada pada kontrol suhu, tekanan uap, aliran kondensor, dan higienitas bahan. “Spek kami mungkin sederhana, tapi hasil harus bersih. Mutu minyak ditentukan disiplin,” ujar Susanendi. Dengan alat sendiri, siklus panen–suling–jual lebih luwes.
Berita Lainya: Dari 5.000 Bibit Menjadi 500: Jatuh Bangun Petani Nilam Subang | Minyak Atsiri dan Anak Muda: Dari “Tak Bisa Dimakan” ke Bisnis Bernilai
Biaya produksi turun, marjin naik, dan kapasitas bisa dinaikkan bertahap tanpa menunggu pihak ketiga. Dari bengkel kecil itulah, permesinan desa ikut hidup: tukang las, pipa, dan kayu kebagian rezeki.






