Petikhasil.id, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan penyelesaian merger bisnis gula antara PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) pada semester II/2026. Danantara mendorong konsolidasi ini untuk memperkuat industri gula nasional dan mempercepat swasembada.
Konsolidasi Perjelas Struktur Industri
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan manajemen menjalankan konsolidasi untuk menyederhanakan struktur bisnis dan memperjelas fokus usaha.
Ia menegaskan langkah ini mengikuti arahan Prabowo Subianto yang mendorong pembenahan industri gula dari hulu hingga hilir.
Danantara merapikan lebih dari 1.100 entitas BUMN melalui empat strategi, yaitu melikuidasi perusahaan tidak produktif, melepas bisnis noninti, merestrukturisasi unit usaha, dan menggabungkan bisnis sejenis.
Baca Juga:Andi Amran Sulaiman Buka Peluang Investasi Swasta Kejar Swasembada Gula
PTPN Produksi, ID Food Distribusi
Danantara mengintegrasikan unit gula PTPN (SugarCo) dengan ID Food untuk memperkuat rantai pasok.
PTPN akan mengelola produksi dan pengolahan gula sebagai perusahaan manufaktur agrikultur. ID Food akan menjalankan fungsi perdagangan dan distribusi gula nasional.
Pembagian peran ini meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperjelas model bisnis masing-masing entitas.
Target Kuasai 60 Persen Pasar
Danantara menargetkan pembentukan holding gula nasional setelah merger selesai. Entitas ini akan menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar domestik.
Langkah ini memperkuat posisi industri gula nasional di tengah tekanan impor dan berbagai inefisiensi yang masih terjadi.
ID Food Serap Seluruh Produksi
Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, memastikan perusahaannya akan menyerap seluruh produksi gula dari SugarCo.
Perusahaan kemudian akan mendistribusikan gula ke pasar nasional dan menargetkan penguasaan sekitar 47 persen pangsa pasar.
Strategi ini mempercepat distribusi dan mengurangi disparitas harga antarwilayah.
Proses Masuk Tahap Akhir
Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyatakan manajemen telah menyelesaikan sebagian besar proses merger.
Tim saat ini menuntaskan administrasi dan menunggu persetujuan pemegang saham.
Sebelumnya, kedua pihak menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) dan kini melanjutkan pemenuhan seluruh persyaratan.
Dorong Swasembada Gula
Danantara memanfaatkan konsolidasi ini untuk memperbaiki tata kelola industri gula nasional.
Integrasi produksi dan distribusi akan meningkatkan efisiensi, memperkuat pasokan, dan menekan ketergantungan impor.
Langkah ini juga membuka peluang percepatan swasembada gula dalam jangka menengah.(PtrA)






