Petikhasil.id, JAKARTA — Ketahanan pangan tidak selalu tumbuh dari kebijakan besar yang terasa jauh dari sawah. Kadang, langkah itu justru berangkat dari lahan tanam, dari petani yang didampingi, lalu berakhir di meja makan warga. Jalur itu yang kini coba diperkuat PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo lewat program pengembangan dan edukasi beras sehat di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Program ini tidak hanya mengejar hasil panen. Jasindo juga ingin menguatkan peran petani lokal dan mengenalkan pola konsumsi yang lebih sehat kepada masyarakat. Dengan cara itu, program tidak berhenti di sawah, tetapi ikut masuk ke kehidupan sehari-hari warga.
Baca Lainya: HKTI Dukung Ketegasan Mentan Amran Bongkar Mafia Beras, Lindungi Petani dan Kedaulatan Pangan | Produksi Padi Jawa Barat 2026 Dijaga Naik Meski Awal Tahun Dihantam Banjir
Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan petani dan edukasi pangan sehat berbasis komunitas. Menurut dia, petani perlu didorong agar mampu meningkatkan kualitas hasil tanam. Pada saat yang sama, masyarakat juga perlu diajak memahami pentingnya pangan sehat.
“Program ini mendorong petani meningkatkan kualitas produksi sekaligus mengajak masyarakat beralih ke pola konsumsi yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Petani didampingi sejak masa tanam
Jasindo tidak hanya memberi bantuan di awal program. Perusahaan juga mendampingi petani sejak masa tanam sampai panen. Pendampingan itu meliputi pelatihan teknis, penyaluran sarana produksi, dan pengawalan budidaya di lapangan.
Jasindo mulai menyalurkan bantuan pada akhir 2025. Setelah itu, petani menjalani masa tanam selama sekitar tiga sampai empat bulan. Mereka lalu memasuki masa panen pada April 2026.
Pendekatan seperti ini penting bagi petani. Mereka tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapat arahan agar proses budidaya berjalan lebih baik. Dari sini, program mulai menyentuh persoalan di hulu pertanian, bukan hanya hasil akhirnya.
Edukasi pangan sehat masuk ke komunitas
Program ini juga tidak berhenti di lahan pertanian. Jasindo menggandeng posyandu dan sekolah agar edukasi pangan sehat menjangkau lebih banyak warga. Kelompok yang diprioritaskan adalah ibu hamil, ibu dengan balita, dan lansia.
Langkah ini menunjukkan bahwa urusan beras sehat bukan hanya soal menanam dan memanen. Program juga ingin membangun pemahaman di tingkat keluarga dan komunitas. Dengan begitu, pangan sehat tidak hanya hadir sebagai produk, tetapi juga sebagai pengetahuan.
Brellian menilai konsumsi beras sehat yang kaya zinc dan mineral bisa membantu memperbaiki kualitas gizi masyarakat. Ia juga menyebut konsumsi pangan seperti ini dapat ikut menekan risiko stunting jika dibarengi edukasi yang terus berjalan.
Menjaga petani dan kesehatan warga
Menurut Jasindo, manfaat program ini ingin menyentuh dua sisi sekaligus. Di satu sisi, petani mendapat dukungan untuk meningkatkan kualitas produksi. Di sisi lain, warga diajak lebih peduli pada pangan yang mereka konsumsi setiap hari.
Arah ini membuat program terasa lebih utuh. Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen yang banyak. Ketahanan pangan juga soal kualitas pangan, kesejahteraan petani, dan kesadaran masyarakat untuk memilih makanan yang lebih baik.
Baca Lainya: HKTI Dukung Ketegasan Mentan Amran Bongkar Mafia Beras, Lindungi Petani dan Kedaulatan Pangan | Produksi Padi Jawa Barat 2026 Dijaga Naik Meski Awal Tahun Dihantam Banjir
Jasindo menegaskan bahwa perusahaan akan terus mengembangkan program berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG di sektor pertanian. Bagi masyarakat desa, langkah seperti ini akan lebih berarti jika manfaatnya benar-benar terasa di lahan, di dapur rumah tangga, dan dalam kehidupan petani yang menjalaninya.
Pada akhirnya, pangan yang baik tidak hanya mengenyangkan. Ia juga perlu menyehatkan warga dan memberi nilai yang adil bagi petani. Dari Klari, Karawang, program beras sehat ini mengingatkan bahwa sawah dan meja makan sebenarnya saling terhubung. Ketika petani didampingi dengan baik, manfaatnya bisa ikut mengalir ke gizi keluarga di sekitarnya. (PtrA)






