Petikhasil.id, CIREBON — Harga pangan Cirebon terus merangkak naik menjelang Iduladha 2026. Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas cabai yang mulai membebani pengeluaran rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
Di sejumlah pasar tradisional, warga mulai mengurangi jumlah belanja harian karena harga kebutuhan dapur semakin mahal.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Senin, 18 Mei 2026, harga cabai merah besar di Kabupaten Cirebon mencapai Rp64.050 per kilogram.
Harga tersebut naik 15 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, cabai rawit merah menembus Rp84.000 per kilogram atau naik 8,39 persen.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang kini berada di level Rp53.900 per kilogram. Berbeda dengan komoditas lain, harga cabai rawit hijau justru turun tipis menjadi Rp56.150 per kilogram.
Baca Juga: Harga Cabai Jawa Barat Naik Jelang Iduladha
Warga Mulai Kurangi Belanja
Pantauan di Pasar Pasalaran dan Pasar Sumber menunjukkan pedagang langsung menyesuaikan harga mengikuti pasokan dari distributor.
Akibatnya, banyak warga mulai mengurangi jumlah pembelian agar pengeluaran harian tetap terkendali.
Nining (42), warga Kecamatan Sumber, mengaku kini membeli cabai lebih sedikit dibanding biasanya. Menurut dia, kebutuhan dapur tetap berjalan meski harga cabai terus naik dalam beberapa pekan terakhir.
“Biasanya beli setengah kilo, sekarang paling seperempat kilo. Harga cabai mahal sekali,” katanya saat ditemui di Pasar Sumber, Selasa (19/5/2026).
Keluhan serupa datang dari pedagang makanan kecil di Kecamatan Plumbon. Wawan (37) mengatakan kenaikan harga cabai mulai memengaruhi biaya produksi usaha kuliner yang ia jalankan setiap hari.
Menurut dia, pedagang kecil berada dalam posisi sulit karena harus memilih antara menaikkan harga makanan atau mengurangi porsi.
“Kalau harga cabai terus naik, kami terpaksa mengurangi sambal atau menaikkan harga makanan,” ujarnya.
Operasi Pasar Belum Terlihat
Selain cabai, harga bawang merah ukuran sedang ikut naik menjadi Rp49.300 per kilogram. Di sisi lain, bawang putih ukuran sedang justru turun menjadi Rp37.650 per kilogram.
Untuk komoditas beras, harga masih relatif stabil. Beras kualitas bawah I berada di angka Rp14.150 per kilogram, sedangkan beras medium I tercatat Rp15.400 per kilogram.
Harga ayam ras segar dan telur ayam juga sedikit turun di pasar tradisional. Pedagang menyebut permintaan masyarakat belum melonjak signifikan meski Iduladha semakin dekat.
Sementara itu, harga daging sapi kualitas I naik tipis menjadi Rp155.550 per kilogram. Meski kenaikan harga pangan Cirebon mulai dirasakan masyarakat, pemerintah daerah belum mengumumkan langkah konkret seperti operasi pasar murah atau subsidi distribusi pangan.
Padahal bagi warga kecil, kenaikan harga cabai dan kebutuhan dapur lain bukan sekadar angka statistik. Kenaikan itu langsung terasa di meja makan, warung kecil, hingga pengeluaran harian keluarga yang harus terus berhemat di tengah harga pangan yang belum juga stabil. (PtrA)






