Petikhasil.id, KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan mempercepat musim panen padi pada awal 2026. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) mencatat petani telah memanen 20.310 hektare atau sekitar 78 persen dari total luas baku sawah 26.016 hektare hingga akhir Maret.
Kepala Diskatan Kuningan, Wahyu Hidayah, menyatakan petani memulai musim tanam lebih awal sehingga panen berlangsung lebih cepat dibandingkan sejumlah daerah sentra padi lainnya.
“Petani di Kuningan memulai tanam lebih cepat, sehingga mereka mampu memasukkan hampir seluruh lahan ke fase panen pada akhir Maret,” ujarnya.
Percepatan Panen dan Pola Tanam
Diskatan mencatat tren peningkatan luas panen sejak awal tahun. Petani memanen sekitar 2.669 hektare pada Januari, lalu meningkatkan capaian menjadi 5.153 hektare pada Februari.
Memasuki Maret, petani mendorong percepatan panen secara signifikan hingga mencapai 12.488 hektare. Lonjakan ini menandai datangnya panen raya lebih awal di wilayah Kuningan.
Dibandingkan wilayah lain di Jawa Barat, terutama kawasan Pantura, petani di Kuningan berhasil memajukan puncak panen sekitar satu bulan lebih cepat.
Faktor Geografis dan Ketersediaan Air
Pemerintah daerah menilai kondisi geografis mendorong percepatan panen. Wilayah Kuningan yang berada di dataran tinggi dan kawasan hulu menyediakan pasokan air yang stabil sepanjang tahun.
Petani memanfaatkan sumber air dari pegunungan untuk menjaga kontinuitas irigasi. Mereka juga mengandalkan sistem irigasi berbasis gravitasi untuk mendistribusikan air secara efisien ke lahan pertanian.
“Ketersediaan air yang stabil memungkinkan petani mengolah lahan lebih awal dan mempercepat siklus tanam,” kata Wahyu.
Perbandingan dengan Wilayah Lain
Sementara itu, petani di kawasan Pantura seperti Kabupaten Cirebon mencatat progres panen yang lebih lambat pada periode yang sama. Mereka baru memanen sekitar 1.800 hektare pada Januari dan 1.200 hektare pada Februari.
Di Kabupaten Indramayu, yang dikenal sebagai lumbung padi nasional, petani juga belum mencapai puncak panen pada awal tahun. Mereka mencatat luas panen sekitar 877 hektare pada Januari dan meningkat menjadi 3.798 hektare pada Februari.
Pemerintah memperkirakan petani di wilayah tersebut baru akan mencapai puncak panen pada April hingga Mei
Dampak terhadap Pasokan Beras
Perbedaan waktu panen ini berpotensi memengaruhi distribusi pasokan beras di tingkat regional. Dengan panen lebih awal, Kuningan berpeluang menopang ketersediaan beras saat wilayah lain belum memasuki masa panen raya.
Pemerintah daerah terus mendorong petani meningkatkan kualitas produksi. Diskatan mendampingi petani dalam pengelolaan air, pemilihan varietas unggul, serta pengendalian hama untuk menjaga produktivitas.
Momentum Penguatan Produksi Pangan
Percepatan panen di Kuningan menunjukkan pentingnya pengelolaan sumber daya air dan pola tanam yang terencana. Petani memanfaatkan sistem irigasi yang stabil untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Dalam konteks yang lebih luas, kondisi ini membuka peluang strategis untuk memperkuat ketahanan pangan regional, terutama saat daerah lain belum memasuki fase panen puncak. (PtrA)






