Petikhasil.id, KEDIRI — Di bentangan kebun cabai rawit kawasan Pare, Kabupaten Kediri, pemandangan daun keriting berwarna kekuningan tampak merata di hampir seluruh bedengan. Petani menyebutnya serangan virus kuning atau penyakit gemini. Biang keladinya bukan jamur, melainkan serangga renik bersayap putih berukuran satu milimeter yang beterbangan saat dahan diguncang: kutu kebul (Bemisia tabaci) dan trips (Thrips parvispinus). Semprotan insektisida kimia yang dilakukan dua kali seminggu kerap berakhir sia-sia karena serangga-serangga ini memiliki resistensi genetis yang sangat cepat terhadap racun sintetis.
Kegagalan racun kimiawi dalam mengendalikan kutu kebul telah lama diantisipasi oleh para pekebun di kawasan Mediterania, khususnya Yunani, Spanyol, dan Turki. Alih-alih meracuni tanaman mereka, petani memanfaatkan kelemahan sistem visual serangga melalui perangkap lekat kuning (yellow sticky trap).
Mereka tidak membeli lembaran papan kuning impor yang mahal. Petani di pesisir Mediterania cukup mengumpulkan botol atau jeriken bekas minyak goreng berwarna kuning cerah, melumurinya dengan lem perekat tikus bening atau minyak oli mesin bersih, lalu menancapkannya di sela tanaman pokok.
Tipuan panjang gelombang lima ratus delapan puluh nanometer
Daya pikat perangkap kuning ini berakar kuat pada fisiologi penglihatan serangga herbivora. Mata majemuk (compound eyes) kutu kebul, kutu daun (aphids), lalat buah, dan kutu trips memiliki fotoreseptor khusus yang sangat peka terhadap pantulan spektrum cahaya pada panjang gelombang antara lima ratus lima puluh hingga lima ratus delapan puluh nanometer.
Panjang gelombang ini persis sama dengan spektrum warna yang dipantulkan oleh klorofil pucuk daun muda yang kaya getah protein dan sedang aktif bertunas (foliar reflectance).
Bagi serangga pengisap cairan tanaman, warna kuning cerah adalah sinyal tak terbantahkan tentang adanya makanan berlimpah dan tempat bertelur yang paling empuk.
Ketika botol plastik kuning dijemur di bawah terik matahari, pantulan cahaya kuningnya tampak jauh lebih mencolok dibanding helai daun hijau cabai di sekitarnya.
Kutu kebul dan trips yang terbang terbawa angin akan segera mengubah arah terbangnya dan meluncur menabrak permukaan botol kuning tersebut karena mengiranya sebagai pucuk daun muda raksasa.
Perekat transparan pemutus rantai penularan virus
Begitu kaki dan sayap serangga yang berukuran mikroskopis itu menyentuh permukaan botol, perangkap mekanis segera bekerja. Lapisan tipis lem tikus bening atau minyak nabati kental mengikat kutikula luar serangga secara permanen.
Serangga tidak mampu melepaskan diri lagi dan mati lemas dalam hitungan jam di permukaan plastik.
Satu buah botol kuning yang dipasang di atas tongkat bambu setinggi tajuk tanaman sanggup menjebak ratusan hingga ribuan ekor kutu kebul dan trips hanya dalam kurun waktu beberapa hari.
Yang paling krusial, penangkapan serangga dewasa di udara ini memutus rantai penularan virus kuning secara langsung. Kutu kebul pembawa partikel virus (begomovirus) tertahan di lem perangkap sebelum sempat menusukkan mulut stiletnya ke daun cabai yang sehat.
Menghemat biaya racun hingga jutaan rupiah
Biaya pengadaan perangkap botol bekas kuning ini sangat murah dan dapat dibuat sendiri oleh petani dengan limbah wadah rumah tangga. Lem perekat dapat bertahan hingga berminggu-minggu di bawah panas hujan sebelum perlu dioleskan ulang jika permukaan botol telah dipenuhi bangkai serangga.
Metode ini tidak meninggalkan residu kimia berbahaya pada buah cabai yang siap petik, menjaga keselamatan konsumen dan melindungi kesehatan petani yang bekerja di kebun.
Kumbang kubah pemangsa (coccinellid) dan lebah penyerbuk bunga jarang terpikat mendarat pada perangkap kuning ini karena memiliki orientasi visual yang berbeda, sehingga keseimbangan musuh alami di dalam kebun tetap terjaga lestari.
Mengendalikan hama tidak harus selalu berakhir dengan perang racun berbau menyengat yang mencemari tanah. Memanfaatkan kelemahan mata seekor serangga di atas sebotol plastik kuning bekas membuktikan bahwa kecerdasan memahami biologi serangga selalu lebih unggul dibanding kekuatan tangki semprot kimia. (AK)








2 komentar