Petani Milenial Go Digital: Saatnya Bertani Jadi Gaya Hidup Anak Muda

Petikhasil.id, BANDUNG – Di tengah arus modernisasi, regenerasi petani di Indonesia menjadi sorotan serius. Data Sensus Pertanian 2023 mencatat jumlah petani muda (usia 19–39 tahun) mencapai 6,18 juta orang atau 21,93 % dari total petani. Namun, secara keseluruhan, jumlah usaha pertanian perorangan justru turun 7,42 % dalam satu dekade terakhir dari 31,70 juta (2013) menjadi 29,34 juta (2023).

Dari Sawah ke Layar Digital

Perubahan pola pikir generasi muda terlihat jelas. Yusef atau akrab disapa Iyus, petani melon asal Ciwidey Kabupaten Bandung, mengaku sering mendengar komentar Gen-Z yang enggan terjun ke pertanian. “Banyak yang bilang petani itu kotor, nggak keren. Padahal dari bertani justru bisa kaya kalau serius. Masalahnya, mindset anak muda masih nganggep kerja kantoran lebih prestise,” katanya kepada Petik Hasil.

Iyus menegaskan, dengan digitalisasi dari e-commerce hingga pemasaran lewat media sosial anak muda sebenarnya bisa menjadikan pertanian bukan sekadar profesi, melainkan gaya hidup. “Sekarang jualan melon bisa langsung lewat marketplace, bahkan ada sistem pre-order. Petani muda tinggal kreatif mengolah pasar,” tambahnya.

Berita Lainya: 5 Artis Korea yang Diam-diam Jadi Petani – No. 5 bikin melongo! | Budidaya Ikan Cupang Bandung: Haffiyan Beta Target Jadi Sentra Breeding Warna Solid | Jadi Petani Itu Keren: Peluang Kaya Raya yang Dilupakan Anak Muda

Bertani = Menjaga Pangan Nasional

Pertanian bukan sekadar profesi, melainkan benteng ketahanan pangan. Data BPS menunjukkan sektor ini menyerap lebih dari 29 juta pelaku usaha, sekaligus menopang stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional. Tanpa regenerasi, ancaman krisis pangan bisa nyata di depan mata.

“Petik Hasil itu penting,” kata Iyus, “karena jadi wadah buat nunjukin ke anak muda kalau bertani itu keren. Kalau petani nggak ada, negara bisa lumpuh.”***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *